Dalam keseharian, mungkin kamu pernah mendengar berbagai peribahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara halus namun kesannya mendalam. Salah satu yang cukup menarik bagi saya yaitu peribahasa “bagai menentang matahari”.
Sekarang pertanyaannya, apakah kamu sudah mengetahui artinya? Kalau belum, saya akan membahas arti dari peribahasa itu supaya kamu punya pemahaman yang lebih baik ketika ada orang yang mengucapkannya.
Apa Itu Peribahasa “Bagai Menentang Matahari”?
Kalimat ini menggambarkan seseorang yang mencoba menantang matahari. Artinya sebuah benda yang jelas lebih kuat, lebih besar, dan tidak mungkin dikalahkan oleh manusia.
Karena itu, peribahasa bagai menentang matahari mengandung pesan simbolik yang mendalam. Baru tahu ya kamu?
Peribahasa “bagai menentang matahari” berarti:
Menantang sesuatu yang sudah jelas tidak mungkin bisa dikalahkan, dilawan, atau diubah. Atau dengan kata lain, melakukan perlawanan yang sia-sia karena lawannya terlalu kuat atau tak terjangkau.
Makna ini sering dipakai untuk menggambarkan orang yang memaksakan kehendak dalam situasi yang sebenarnya tidak realistis atau bahkan mustahil.
Baca Juga: Cara Membuat Label Undangan 103 (Ada File Siap Edit)
Makna dan Penjelasan Peribahasa “Bagai Menentang Matahari”
Peribahasa ini mengingatkan bahwa:
- Tidak semua hal dalam hidup bisa kita kontrol.
- Ada kondisi yang perlu diterima, bukan dilawan.
- Kebijaksanaan bukan hanya soal berjuang, tapi juga memahami kapan harus berhenti.
- Kekuatan terbesar bukan selalu pada kemampuan melawan, tapi pada kemampuan menyesuaikan diri.
Dengan begitu, peribahasa ini bukan hanya kritik, tetapi juga pengingat untuk bersikap bijak.
Contoh Penggunaan Peribahasa “Bagai Menentang Matahari”
Berikut beberapa contoh penggunaannya:
- “Mengubah keputusan pemerintah dalam semalam itu bagai menentang matahari.”
- “Kalau kamu terus mencoba mengalahkan sistem yang sudah mengakar, itu seperti menentang matahari.”
- “Membuktikan bahwa rumor itu tidak benar tanpa bukti sama saja bagai menentang matahari.”
Kamu pernah mendengar kalimat yang mana? Kalau saya sih nomor dua ya, itu sering banget deh di kehidupan saya.
Kapan Peribahasa Ini Tepat Digunakan?
Peribahasa ini cocok digunakan ketika:
- Seseorang berusaha melawan kekuasaan atau otoritas besar.
- Ada orang yang memaksakan kehendaknya meskipun peluang keberhasilannya kecil.
- Situasi yang ingin diubah secara faktual tidak bisa diubah.
Peribahasa “bagai menentang matahari” menggambarkan usaha yang sia-sia karena lawan atau situasi terlalu kuat untuk dihadapi. Maknanya yang sederhana namun dalam membuat peribahasa ini tetap relevan hingga sekarang.
Intinya, jangan sombong dan congkak ketika melawan suatu hal. Jika dipaksakan bisa terjadi hal-hal yang tak terduga lainnya dan tentunya itu negatif.



