Cincin tunangan tuh sering dianggap sebagai simbol cinta dan janji manis menuju pelaminan. Tapi, gimana kalau hubungan kandar? Atau malah baru tunangan tapi cincin udah pengen dijual karena alasan finansial?
Banyak yang bingung, sebenarnya boleh tidak sih menjual cincin tunangan itu? Daripada bingung, mending lihat informasi apakah cincin tunangan boleh dijual atau tidak, yang akan saya sampaikan ini, pasti akan membuka pikiranmu.
Lihat dari Kacamata Agama
Dimulai dari agama Islam.
Kalau di Islam sendiri, cincin tunangan itu bukan bagian dari syariat. Itu artinya bukan benda sakral yang tidak boleh dijual. Jadi, cintin itu sudah berbentuk hadiah, maka statusnya jadi milik si penerima.
Alhasil, selama tidak ada kesepakatan khusus sebelumnya (kayak harus dikembalikan kalau batal), ya sah-sah aja kalau mau dijual. Lagian ekonomi orang kan beda-beda, jadi boleh kok dijual.
Tapi, tetap mengutamakan etika ya. Apabila hubungan masih berjalan, terus tiba-tiba cincin kamu jual, bisa-bisa pasangan tersinggung. Walaupun boleh, sebaiknya dibicarakan dulu baik-baik
Semisal nih (amit-amit) pertunangan batal, mayoritas ulama – terutama dari mazhan Syafi’i – bilang bahwa hadiah seperti cincin itu tidak wajib dikembalikan.
Alias, kalau kamu yang dikasih, kamu punya hal atas cincin tersebut. Mau kamu simpan, dikembalikan, atau dijual, itu sudah menjadi hak mu sepenuhnya.
Kemudian agama Kristen…
Sepemahaman saya, agama Kristen juga tidak ada aturan khusus soal cincin tunangan dijual. Agama ini lebih fokus pada nilai-nilai kejujuran, kasih, dan komitmen. Alhasil, cincin itu dianggap simbol janji, bukan benda suci.
Apabila tunangan batal atau hubungan putus, tidak ada larangan agama buat menjual cincin tersebut. Tapi ya semua balik lagi ke hati nurani. Misal niatnya buat move on, tidak masalah, tapi kalau dijual karena dendam? Na, itu soal lain.
Dilihat dari Budaya Kita
Dalam budaya Indonesia, tunangan atau lamaran itu dianggap langkah serius menuju pernikahan (sudah diikat). Dan cincin tunangan punya nilai simbolis yang tinggi.
Karena itu, menjual cincin saat hubungan masih baik-baik saja bisa dianggap “kurang sopan” atau pertanda hubungan bakal bubar (takut dan menyeramkan, bukan?).
Semisal pertunanganmu batal, beberapa budaya menyarankan untuk mengembalikan saja cincin tersebut, apalagi kalau pihak wanita yang membatalkan.
Tapi, kalau pihak pria yang membatalkan, kadang cincin itu dianggap hak milik pihak wanita karena pria merasa mengkhianati ikatan janji pernikahan tersebut.
Ada juga yang membawa-bawa ke arah mistis, cincin tunangan yang gagal katanya bawa sial kalau disimpan. Makanya, sebagian orang lebih memilih menjual atau meleburkannya biar bisa “lepas” dari energi buruk masa lalu.
Baca Juga: 12 Contoh Undangan Arisan (Komplek, Kampung, Kantor)
Menurut Hukum di Indonesia
Secara hukum, pertunangan tidak diatur secara khusus di undangan-undang. Mau kamu langsung nikah pun tidak masalah tanpa melalui proses tunangan.
Dengan begitu, artinya kalau kamu dikasih cincin, itu masuk kategori hadiah atau hibah. Dan kalau udah jadi milikmu, kamu bebas ngapain aja, termasuk menjualnya.
Kecuali ada perjanjian tertulis yang bilang kalau tunangan batal maka cincin harus dikembalikan, secara hukum tidak ada kewajiban buat mengembalikan cincin.
Jadi, sebenarnya hukum di Indonesia berpihak pada hak kepemilikan, siapa yang pegang dan dikasih, ya dia yang punya barang tersebut.
Meskipun ada gugatan, biasanya pengadilan cuman mau urus kalau ada bukti jelas, misalnya kerugian materiil karena pertunangan diumumkan besar-besaran terus batal. Tapi itu jarang banget kejadian, agak aneh sih ya.
Apa yang Bisa Dipetik?
Apakah cincin tunangan boleh dijual? Sebenarnya tidak ada larangan, baik dari sisi agama, budaya, maupun hukum kok.
Hanya saja, tetap ada nilai-nilai etika dan rasa yang perlu dipertimbangkan. Kalau hubungan masih berjalan, pikir dua kali deh sebelum menjual.
Beda cerita kalau hubungan udah selesai, itu hakmu untuk menentukan mau dijual atau disimpan. Cuman pastikan aja niatnya positif dan komunikasinya sehat.
So, kalau kamu lagi mikir mau jual cincin tunangan, tanyain dulu ke diri sendiri: niatnya apa, dan udah siap dengan segala konsekuensinya? Kalau iya, go ahead. Yang penting, kamu damai sama keputusanmu.
Semisal tidak jadi menjual cincin, mungkin ada baiknya jika kamu mulai mencari jasa undangan digital saja deh. Biar sekalian kamu rencanakan pernikahanmu haha.



