Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan Menurut Weton Jawa

Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan Berdasarkan Weton

Calon Pengantin Pria

Calon Pengantin Wanita

Dalam tradisi Jawa, menentukan hari pernikahan dilakukan melalui perhitungan weton yang dipercaya dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga.

Proses ini biasanya dilakukan sebelum menetapkan tanggal akad maupun resepsi, agar hari yang dipilih selaras dengan perhitungan adat dan membawa kebaikan bagi kedua mempelai.

Sekarang, apakah kamu sudah tahu bagaimana cara menghitung hari baik nikah berdasarkan weton atau primbon?

Langkah-langkah Menghitung Hari Baik untuk Pernikahan

Yuk langsung saja ke caranya di bawah ini:

Langkah 1: Catat Weton Kedua Calon Pengantin

Pertama, tentukan weton calon pengantin pria dan wanita berdasarkan hari lahir dan pasaran Jawa masing-masing. Pastikan data yang digunakan benar karena akan memengaruhi hasil perhitungan selanjutnya.

Langkah 2: Jumlahkan Weton Pria dan Wanita

Setelah weton keduanya diketahui, lakukan penjumlahan antara weton calon pengantin pria dan calon pengantin wanita. Hasil penjumlahan inilah yang menjadi angka dasar untuk menentukan hasil perhitungan pernikahan.

Langkah 3: Bagi dengan Angka 5

Langkah berikutnya adalah membagi hasil penjumlahan tersebut dengan angka hitungan tertentu sesuai perhitungan Jawa. Perhatikan sisa pembagiannya, karena sisa inilah yang akan menjadi penentu makna hasil perhitungan.

Langkah 4: Cocokkan Sisa dengan Hasil Perhitungan

Sisa pembagian yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan kategori hasil perhitungan dalam adat Jawa. Dari sinilah akan diketahui apakah hasilnya termasuk baik, cukup baik, atau sebaiknya dihindari untuk pernikahan.

Sisa pembagian akan jatuh pada salah satu kategori berikut:

  • Sisa 1 → Sri (rezeki dan keberkahan)
  • Sisa 2 → Lungguh (kedudukan dan kehormatan)
  • Sisa 3 → Gedhong (kecukupan dan kemapanan)
  • Sisa 4 → Padu (rawan konflik)
  • Sisa 0 → Pati (kurang baik menurut adat)

Kategori Sri, Lungguh, dan Gedhong umumnya dianggap baik, sedangkan Padu dan Pati biasanya dihindari.

Langkah 5: Pilih Hari yang Selaras

Jika hasil perhitungannya baik, maka hari tersebut dapat dijadikan acuan untuk menentukan tanggal pernikahan. Tahap ini sering digunakan sebagai weton rekomendasi tanggal akad, terutama untuk menyaring hari-hari yang dianggap membawa keberkahan.

Langkah 6: Tentukan Tanggal Akhir / Final

Langkah terakhir adalah menetapkan tanggal pernikahan dengan menyesuaikan kalender Jawa, kesiapan keluarga, serta kesepakatan kedua belah pihak. Hasil perhitungan weton dijadikan panduan agar hari yang dipilih selaras secara adat.

Dengan mengikuti cara menghitung tanggal pernikahan berdasarkan weton, proses penentuan hari baik dapat dilakukan secara runtut, logis menurut adat, dan tidak sekadar perkiraan.

Cek Juga: Cara Menghitung Neptu Pasaran Lengkap dan Mudah Dipahami

Contoh Hitungan Menentukan Hari Baik Pernikahan

Data calon pengantin (contoh):

  • Calon pria lahir Kamis Legi
  • Calon wanita lahir Minggu Wage

Step 1: Hitung Neptu Calon Pria

Kamis = 8

Legi = 5

Total neptu pria = 8 + 5 = 13

Step 2: Hitung Neptu Calon Wanita

Minggu = 5

Wage = 4

Total neptu wanita = 5 + 4 = 9

Step 3: Jumlahkan Neptu Keduanya

13 + 9 = 22

Step 4: Bagi dengan Angka 5

22 ÷ 5 = 4 sisa 2

Yang dipakai adalah sisa pembagian, yaitu 2.

Step 5: Cocokkan dengan Hasil Primbon

  • Sisa 1 = Sri
  • Sisa 2 = Lungguh
  • Sisa 3 = Gedhong
  • Sisa 4 = Padu
  • Sisa 0 = Pati

Makna “Lungguh”:

Rumah tangga dipercaya memiliki kehormatan, kedudukan baik, dan stabil secara sosial. Hasil ini termasuk baik untuk pernikahan.

Dari hasil perhitungan di atas, pasangan dengan total neptu 22 dan sisa 2 (Lungguh) dinilai layak dan baik untuk melangsungkan pernikahan menurut adat Jawa.

Tinggalkan Komentar