Dalam perjalanan kehidupan yang sakral menuju pernikahan, lamaran dan sisetan ibarat dua pilar kokoh yang menopang sebuah bangunan rumah tangga.
Meskipun keduanya memiliki kedekatan yang erat (seperti akar dan ranting pada satu pohon), keduanya tetap memiliki peran yang berbeda dalam tradisi pernikahan, khususnya bagi orang Jawa.
Lantas, apa perbedaan lamaran dan sisetan itu? Apakah kamu sudah tahu sebelumnya? Jika belum, yuk simak penjelasan dari Rabiyuk ini.
Lamaran itu Titik Awal Suatu Janji
Momen lamaran itu ibarat embun yang menetes di pagi hari, artinya ia akan menyegarkan dan memberi harapan bagi semesta.
Saat lamaran berlangsung, seorang pria bersama keluarganya mendatangi keluarga wanita sambil membawa seserahan sebagai tanda niat dan kesungguhan untuk membina rumah tangga.
Acara ini dilakukan secara resmi dan bersifat permohonan izin serta permintaan restu kepada keluarga wanita.
Menyinggung soal seserahan, itu tidak ada kewajiban harus disiapkan pada saat lamaran ya. Seserahan itu bisa dilakukan pada saat pasok tukon atau akad.
Kalau pas lamaran cukup membawa bingkisan saja sudah cukup kok. Isi bingkisan disesuaikan dengan adat setempat.
Kembali lagi ke topik lamaran, dengan demikian, lamaran menjadi pondasi penting yang menandai awal perjalanan menuju sebuah ikatan suci.
Sisetan itu Ruang Restu dan Kesepakatan
Sisetan merupakan tradisi di mana keluarga wanita mengundang keluarga pria untuk bermusyawarah, memberi restu, dan menentukan waktu terbaik untuk melaksanakan ijab kabul.
Dalam sisetan, keluarga besar bertemu untuk mendiskusikan persiapan pernikahan dengan penuh kebijaksanaan dan kehangatan. Hidangan khas yang disajikan, seperti kue tradisional, menjadi simbol ikatan dan kekuatan kasih sayang yang menyatukan kedua keluarga.
Namun, saat ini sisetan sudah mulai ditinggalkan karena kalau berurusan dengan keluarga besar akan mempersulit keputusan.
Lebih baik, acara sisetan itu dilakukan oleh kedua keluarga pasangan saja. Ada baiknya jika hanya pasangan yang menentukan, karena ini adalah hari bahagia pasangan seutuhnya.
Acara sisetan berlangsung bisa setelah acara lamaran selesai, nunggu ganti hari atau bulan tidak masalah. Atau mau langsung diputuskan pas hari lamaran juga tidak masalah, namun perlu waktu banyak.
Baca Juga: Nyleneh! Apakah Kak Ros Sudah Menikah? (Upin Ipin)
Perbedaan Lamaran dan Sisetan
| Aspek | Lamaran | Sisetan |
|---|---|---|
| Pelaku | Calon pengantin pria dan keluarga pria | Keluarga wanita dan keluarga pria |
| Tujuan | Menyatakan niat menikah dan permintaan izin | Memberikan restu dan menetapkan hari baik |
| Waktu Pelaksanaan | Tahap awal persiapan pernikahan | Dilakukan setelah lamaran |
| Bentuk Acara | Formal, dengan penyampaian seserahan | Musyawarah keluarga dan tasyakuran adat |
| Makna Simbolik | Komitmen awal dan kesungguhan | Restu keluarga dan kesiapan melangsungkan pernikahan |
Lamaran dan sisetan adalah dua tahap fundamental dalam tradisi pernikahan Indonesia yang saling melengkapi seperti dua sisi mata uang.
Lamaran menjadi pintu gerbang pertama yang membuka jalan bagi dua insan dan keluarga untuk bersatu, sementara sisetan adalah wadah untuk menyelesaikan segala persiapan dengan restu penuh kebijaksanaan keluarga.
Dengan memahami perbedaan serta makna dari lamaran dan sisetan, setiap calon pengantin dan keluarganya dapat menapaki prosesi pernikahan dengan hati yang mantap serta jiwa yang tenang.
Sudah menjalani lamaran, terus sekarang sisetan? Nah, rencanakan proses pernikahanmu dengan memilih paket wedding Jogja milik kami, bisa juga pesan undangan digital yang murah meriah.



